COVID-19 GENTING, S-1 FARMASI GELAR PKL KEWIRAUSAHAAN DARING

Kurva penambahan kasus COVID-19 yang tak kunjung bersahabat berimbas besar pada kegiatan akademik di perguruan tinggi terutama bagi mata kuliah aplikatif berbasis lapangan seperti Praktik Kerja Lapangan (PKL). Momentum terjun langsung untuk mengaplikasikan dan memperkaya pengetahuan secara riil terhalang oleh kewajiban untuk mereduksi interaksi satu sama lain. Kondisi seperti ini tak ayal memecut inovasi civitas akademika S-1 Farmasi untuk menghadirkan fleksibilitas-fleksibilitas dalam penyelenggaraan kegiatan akademik tanpa mengurangi esensi perkuliahan.

Didorong oleh semangat life must go on, PKL mahasiswa S-1 Farmasi yang tentu sangat terbatas jika dilakukan dalam bayang-bayang protokol kesehatan ketat disubstitusi menjadi PKL daring. Mekanisme dan materi kegiatan tersebut disiasati dan disusun sedemikian rupa untuk memastikan tujuan pembelajaran terkait tetap tersampaikan, hingga tercetuslah ide untuk mengkonversi PKL Kewirausahaan menjadi Workshop.

Program Kewirausahaan di perguruan tinggi terdengar lebih populer beberapa tahun belakangan seiring dengan dicanangkannya visi campuspreneurship oleh Mendikbud-Ristek. Kampus diharapkan dapat menjadi pabrik untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda kreatif berlatar belakang akademisi yang mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya di masa depan. Mendukung cita-cita mulia tersebut, S-1 Farmasi mengadakan workshop pengganti PKL Kewirausahaan bertajuk “Farmasis dalam Sudut Pandang Akademis dan Bisnis”.

Dari sisi akademis, Rini Susanti, A.Md. Farm., mahasiswa S-1 Farmasi sekaligus Akademisi SMK Farmasi Jatilawang, menyampaikan materi berkenaan dengan kiat menggali potensi diri bagi calon sarjana Farmasi. Bu Rini juga dengan terperinci mengungkapkan keuntungan-keuntungan dan proyeksi masa depan menjanjikan bagi seorang farmasis. Beliau tidak lupa memberi pengantar dan pengarahan untuk bagaimana ilmu-ilmu yang telah didapatkan selama berkuliah dapat ditransformasi menjadi usaha-usaha yang berpotensi mendapatkan keuntungan finansial. “Ilmu kefarmasian yang telah dipelajari seyogyanya tidak hanya berakhir sebagai nilai transkrip, aplikasi ilmu tersebut dalam berbagai aspek kehidupan sangat terbuka lebar bagi mereka yang terus berkreasi dan berinovasi”, ungkapnya sebelum mengakhiri presentasi.

Dalam aspek bisnis, materi dikupas oleh Ulfi Hidayanti, A.Md. Farm, mahasiswa S-1 Farmasi yang juga berprofesi sebagai ASN Pengelola Layanan Kesehatan Farmasi Makanan-Minuman dan Perizinan Kesehatan Dinkes Cilacap. Bertahun-tahun malang-melintang dalam mengurusi produk kefarmasian memotivasi beliau untuk memecut kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan bisnis berbasis pharmapreneurship. “Diversifikasi produk farmasi sangat luas sehingga beruntunglah mereka yang menjadi calon sarjana farmasi karena peluang untuk berkiprah sebagai pengusaha muda terbuka lebar”, ucapnya disela-sela penyampaian materi.

Rangkaian workshop juga dibersamai dengan pertunjukan video pembuatan produk dari kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Adalah handsmoothitizer dan nugget ikan bandeng, dua proyek kecil berlatarbelakang niat baik untuk menyediakan pembersih tangan dengan iritasi minimal dan pangan bergizi tinggi untuk mencegah stunting pada anak-anak. Buah tangan dan pemikiran yang memperoleh pendanaan dari KEMENDIKBUD-RISTEK melalui Program Kreativitas Mahasiswa tersebut mendapat atensi luar biasa dari audiens. Sejatinya, produk tersebut hanyalah dua dari sekian banyak produk karya civitas akademika S1 Farmasi yang menunjukkan komitmen kuat program studi terhadap bidang kewirausahaan.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

© 2016 Program Studi Farmasi | STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. All rights reserved.