KKN S1 FARMASI 2021 : EDUKASI SADAR GIZI DI TENGAH PANDEMI

Pandemi yang tidak kunjung pulih tidak menyurutkan semangat civitas akademika S1 Farmasi STIKES AIAIC untuk melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian, tidak terkecuali program KKN yang sudah menjadi kewajiban dan tradisi tahunan bagi mahasiswa(i) yang akan menyelesaikan studi. Terbatasnya interaksi sosial tentu menjadi tantangan tersendiri. Akan tetapi, panitia dengan dukungan penuh BAPPEDA CILACAP telah memiliki siasat dan strategi untuk memastikan program-program KKN tetap memberi manfaat optimal tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang telah disepakati.

Empat puluh sembilan mahasiswa(i) dilepas secara resmi oleh Camat Cilacap Tengah untuk melaksanakan KKN pada tanggal 29 Maret 2021 hingga 09 April 2021 di 4 lokasi berbeda yang terkategori rawan stunting: Kelurahan Sidanegara, Kelurahan Tegalkamulyan, Kelurahan Donan dan Desa Adipala. Pelepasan ini diwarnai apresiasi tinggi dari pemerintah daerah sebab tema yang diusung yakni “Desa Anti Stunting” sangat relevan dan sejalan dengan visi Pemda Cilacap untuk menekan angka stunting yang semakin meroket akibat pandemi. Disela-sela acara, Ketua STIKES AIAIC, Sarwa, AMK., M.Kep., juga menitipkan pesan bagi para future pharmacist agar dapat mengedukasi masyarakat dengan santun dan tetap menjaga nama baik almamater yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.

Sebagai program unggulan, setiap kelompok mahasiswa di bawah komando Dosen Koordinator KKN, Andi Tenri Nurwahidah, M.Pharm.Sci., dengan sabar dan telaten menjelaskan kepada masyarakat pentingnya kecukupan gizi anak dalam bebagai kesempatan. Media-media seperti buku saku, flyer dan leaflet juga disiapkan untuk mempermudah transfer pengetahuan. Tidak hanya teori, para mahasiswa(i) juga membekali masyarakat dengan mengajarkan pembuatan pangan fungsional bergizi tinggi dengan bahan baku limbah kulit pisang. Produk-produk pangan tersebut merupakan buah dari riset mendalam dari Dosen S1 Farmasi dan dapat berupa kue bolu kulit pisang, cookies kulit pisang, pudding kulit pisang dan nugget ikan tepung kulit pisang yang tentu sangat disukai anak-anak.

Selain itu, kegiatan-kegiatan yang erat kaitannya dengan pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 juga masif dilakukan. Sosialisasi 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan), pembagian masker gratis, pembuatan sarana cuci tangan, penyediaan touchless handsanitizer dan sebagainya juga tidak luput dari program. Pemberian pemahaman-pemahaman untuk mengcounter hoaks-hoaks mengenai COVID-19 terutama soal vaksinasi juga dilakukan intensif baik secara langsung maupun menggunakan media sosial.

Kegiatan KKN 2021 mendapatkan testimoni positif baik dari masyarakat maupun pemerintah setempat. “Kami menghaturkan terima kasih dan merasa sangat terbantu dengan adanya adik-adik peserta KKN karena sudah mendukung program-program kelurahan dan desa terutama dalam edukasi mengenai stunting dan COVID-19”, ungkap Wakil Lurah Sidanegara mewakili pejabat kelurahan/desa lainnya.

Di akhir kegiatan, mahasiswa koordinator lapangan, Aulia Azzam Jihad, dengan sistematis mempresentasikan seluruh rangkaian kegiatan yang terlaksana dengan baik. “Meskipun beberapa program menemui kendala, kami dengan segala upaya mencari solusi untuk menjalankannya agar pengabdian kami tidak apa adanya”, ujarnya ketika menggambarkan kondisi sesungguhnya. Mahasiswa(i) Al-Irsyad memang berbeda karena mereka dibekali akhlakul karimah. Sebagai anak muda khairu ummah, milenial-milenial ini tidak hanya menilai KKN sebagai agenda penyelesaian studi semata, melainkan jalan untuk mengambil bagian dalam mengabdi untuk negeri di segala kondisi, sebab mereka meyakini, terhadap segala niat baik, Allah tidak hanya meridhoi, tetapi juga memfasilitasi.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

© 2016 Program Studi Farmasi | STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. All rights reserved.