KKN S1 FARMASI STIKES AIAIC 2019: MENGABDI DAN BERBAGI DI DESA MENGANTI

KKN S1 FARMASI STIKES AIAIC 2019:

MENGABDI DAN BERBAGI DI DESA MENGANTI

“Ilmu Tanpa Amal Bagaikan Pohon Tak Berbuah”. Pepatah Arab ini terpatri sempurna pada setiap pribadi mahasiswa khairu ummah program studi S1 Farmasi STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Wujud dari pengamalan ilmu tersebut salah satunya ditunjukkan dengan Kuliah Kerja Nyawa (KKN) sebagai manifestasi pengabdian masyarakat yang menjadi elemen Tri Dharma Perguruan Tinggi.

KKN 2019 yang mengambil latar di Desa Menganti, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini terasa spesial dan tidak biasa sebab merupakan kali pertama. Bertemakan ‘Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Kewirausahaan dan Kesehatan Berbasis Sumber Daya Lokal Cilacap’, Ketua STIKES AIAIC, Ahmad Subandi, M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.,An., mengungkap satu ekspektasi besar dalam sambutan pelepasannya. “Kami berharap banyak pada KKN pertama STIKES AlAIC yang diinisiasi oleh Prodi S1 Farmasi ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat”, ujarnya.

kkn

Gambar Demo masak kerupuk kulit pisang

            Selama setengah bulan, 35 mahasiswa-mahasiswi beralmamater biru donker mewarnai keseharian masyarakat dengan berbagai program di tiga dusun berbeda; Rawajarit, Tembok dan Kemambang. Pemberdayaan pada aspek kewirausahaan dilakukan dengan membekali warga keterampilan untuk mememanfaatkan limbah kulit pisang menjadi cookie dan kerupuk yang enak disantap. Selain itu, warga juga dituntun untuk memproduksi lanting herbal sebagai kuliner khas dengan banyak khasiat.

            Program klasik bertema kesehatan tentu menjadi prioritas kampus berlabel STIKES seperti  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak, sosialisasi demam berdarah dan penyakit degeneratif, survey obat-obatan, dan cek kesehatan gratis. Program cek kesehatan gratis berupa cek kolesterol, gula darah dan asam urat mendapatkan animo tinggi dari masyarakat khususnya Dusun Tembok sehingga pesertanya mengular mencapai ratusan orang.

            Tidak hanya fokus pada tema, akhi dan ukhti peserta KKN juga mencanangkan program untuk pembangunan moral milenial. Selain mengajarkan azan dan membaca Al-Quran, mereka juga menggelorakan semangat berbagi melalui bazar sembako murah bekerja sama dengan perangkat desa setempat. Ide untuk berkontribusi menyiapkan generasi berakhlak mulia sepertinya tidak putus dari kepala peserta KKN. Maraknya pencemaran laut oleh sampah plastik melahirkan inisiatif untuk mengajak anak-anak dan seluruh warga untuk membersihkan pantai sekaligus berkampanye untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik dalam keseharian.

 Sayangnya, kegiatan kuliah sembari mengabdi harus berakhir pada 8 April 2019. Diiringi rasa haru anak-anak dan warga, penarikan mahasiswa dilangsungkan di Balai Desa Menganti dan dihadiri oleh Kepala BAPPELITBANGDA sebagai representasi Pemda Cilacap, Kepala desa dan seluruh perangkat desa, Ketua STIKES AIAIC, Ketua Prodi Farmasi, Dosen pembimbing dan peserta KKN serta warga sekitar. Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya disampaikan oleh Kepala Desa Menganti atas dedikasi dan kerja keras seluruh civitas akademika STIKES AIAIC khususnya mahasiswa KKN. Dipihak lain, Ketua Prodi S1 Farmasi, Septiana Indratmoko, S.Farm.,M.Sc.,Apt., mengungkapkan rasa syukur sekaligus harapan agar suksesnya KKN ini dapat menjadi inspirasi dan role model untuk program-program serupa dimasa akan dating.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

© 2016 Program Studi Farmasi | STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. All rights reserved.