Menyasar Milenial, S1 Farmasi Gagas Webinar ‘New Normal’

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dicanangkan pemerintah diawal-awal merebaknya virus corona menemui akhir pada Mei 2020. Pemerintah tidak punya pilihan sebab roda perekoniman harus segera kembali dijalankan. Masyarakat juga seperti tidak betah lagi terkurung berbulan-bulan tanpa kegiatan. Terlebih kaum milenial, golongan yang konon hobi duduk di tongkrongan ini tentu tidak sudi berlama-lama menjadi anak rumahan.

Euforia masyarakat yang akhirnya bisa kembali beraktifitas meski dalam protokol-protokol ‘new normal’ membawa efek pisau bermata dua. Disatu sisi akan membantu menggerakkan perekonomian, namun disisi lain akan berdampak pada meningkatnya potensi penyebaran COVID-19 jika anjuran pemerintah tidak diindahkan. Efek negatif yang dikhawatirkan sejak awal ini nampaknya mulai bertransformasi menjadi kenyataan. Eskalasi kasus positif COVID-19 beberapa hari belakangan sangat memprihatinkan, bahkan mencetak rekor-rekor mencengangkan.

Merasa terpanggil untuk ikut turun tangan, civitas akademika S1 Farmasi mempelopori webinar yang bertajuk “Farmasi X Milenial : Menjegal COVID-19, Menyambut New Normal”. Tujuan prioritas kegiatan ini tidak lain untuk menyuarakan kembali pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam berkegiatan khususnya bagi generasi Z dan milenial. Sesuai judulnya, zoominar ini diprakarsai oleh dosen-dosen milenial kelahiran 90an. Andi Tenri Nurwahidah, M.Pharm.Sci bertindak sebagai moderator, sementara materi disampaikan oleh apt. Tatang Tajudin, M.Farm dan Yusuf Eko N, S.Tr.A.K., M.Imun.

Disaksikan oleh 1100an peserta secara virtual via Zoom dan Youtube, Mas Tatang dengan sistematis menyampaikan kiat-kiat untuk konsisten menerapakan perilaku hidup sehat dari sudut pandang kefarmasian. Beliau juga mengajak praktisi dan akademisi farmasi untuk turut menjadi perpanjangan lidah pemerintah agar sosialisasi protokol kesehatan terus tergalakkan. Dilain pihak, Mas Yusuf menitikberatkan pembahasan untuk bagaimana meningkatkan imunitas tubuh dalam tatanan kehidupan ‘new normal’. Tanpa bermaksud mendukung wacana ‘herd immunity’ yang terdengar sedikit mengerikan, beliau menegaskan bahwa realita hari ini mewajibkan kita memiliki tubuh yang sehat dan bugar demi bisa survive dalam pandemi yang semakin sulit terkendali.

Acara yang dibuka oleh Wakil Ketua I STIKES AIAIC, Agus Prasetyo, M.Kes. Ns., berakhir bersamaan dengan selesainya sesi tanya-jawab dan penentuan pemenang doorprize. Diujung acara, moderator mengajak seluruh peserta untuk bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi, sebab COVID-19 tidak mungkin berhenti tanpa kedisiplinan tinggi seluruh elemen masyarakat dalam menjalani tatanan baru kehidupan. “ Sederhana saja, hanya dengan kedisiplinan, anda sudah menjadi penyelamat kemanusiaan”, tutupnya.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2016 Program Studi Farmasi | STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. All rights reserved.