Potensi Kelautan Sebagai Sumber Bahan Baku Farmasi

SainsKomentar Dinonaktifkan pada Potensi Kelautan Sebagai Sumber Bahan Baku Farmasi

kelautanCilacap-Pemanfaatan sumber alam bahari selama ini belum optimal. Padahal, potensi farmasi dan kosmetika olahan dari hayati laut Indonesia mencapai 9 triliun dollar AS atau setara dengan Rp 81.000 triliun per tahun. Cilacap memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan komoditi pangan dan obat dari potensi kelautan. Hasil ikan yang melimpah dan mempunyai laboratorium alam yang unik yaitu Segara Anakan. Segara Anakan merupakan laguna yang unik di Pantai Selatan Pulau Jawa dengan ekosistem bakau (mangrove) yang memiliki komponen sumber daya alam hayati berupa flora dan habitat berbagai jenis fauna.

Hal itu disampaikan oleh pakar kelautan dari Universitas Jenderal Soedirman Dr. Agung Damar Syakti di sela-sela seminar ”Pemanfaatan Sumber Alam Bahari di Bidang Farmasi”, yang diikuti sekitar 200 peserta dari mahasiswa farmasi dan dari beberapa SMA di Cilacap yang diselenggarakan di STIKES Al-Irsyad Cilacap, Sabtu (22/11/2014).

Banyak potensi alam kelautan yang dapat dijadikan sebagai sumber bahan baku farmasi antara lain rumput laut, mikroba laut, alga, tanaman bakau (mangrove), minyak ikan, ikan sidat dan beberapa jenis tanaman yang berada di pesisir pantai.

Ketua STIKES Al-Irsyad, Sarwa, AMK., S. Pd., M. Kes. menerangkan bahwa program studi D3 dan S1 Farmasi STIKES Al-Irsyad Cilacap memiliki misi untuk mengarahkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi sumber daya daerah. Sumber daya alam bahari yang menjadi potensi lokal daerah Cilacap akan dikembangkan secara optimal dan berpeluang dijadikan komoditas wirausaha kampus maupun program kewirausahaan mahasiswa.

Institusi juga akan mengembangkan bahan baku farmasi alternatif sehingga akan memperkaya komoditas unggulan untuk diproduksi berdasarkan penelitian berbasis farmasi bahari. Penggalian potensi daerah akan dilaksanakan secara terpadu melalui Industri berbasis kampus dengan penelitian dan pengabdian yang akan bekerjasama dengan perguruan tinggi mitra seperti Universitas Jenderal Soedirman, Sekolah Farmasi ITB, UGM dan UII untuk menghasilkan makanan fungsional, bahan baku obat dan kosmetik.

Sebagai bentuk optimalisasi potensi daerah dalam bidang farmasi, Program Studi D3 dan S1 Farmasi STIKES Al-Irsyad memasukkan dalam mata kuliah Farmasi Bahan Alam Bahari dan Produk Farmasi Kelautan serta membentuk Pusat Studi Farmasi Bahari. Selanjutnya, pengembangan produk menjadi hasil kreatifitas dosen dan mahasiswa sangat ditunggu oleh masyarakat.

Written by Indratmoko

Comments are closed.

© 2016 Program Studi Farmasi | STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. All rights reserved.