S1 Farmasi Konversi PKL Industri Menjadi Seminar Nasional

Kunjungan industri merupakan tradisi wajib yang selalu diagendakan untuk setiap mahasiswa S1 Farmasi. Tidak lain dan tidak bukan untuk mengenalkan dan melihat lebih dekat proses-proses transfer teknologi farmasi, menambah wawasan, sekaligus meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Terkendala pandemi, PKL Industri 2021 berubah wujud menjadi Seminar Nasional bertema “Perkembangan Industri Vaksin dan Fitofarmaka Indonesia”. Tidak tanggung-tanggung, S1 Farmasi bekerja sama dengan PAFI Cilacap menghadirkan dua pembicara kompeten dari dua produsen farmasi besar di Indonesia, Dr. Ana Sanawati dari PT. Bio Farma dan apt. Irfan Agustian Darfiansyah, M.Farm.Ind dari DLBS, Dexa Group.

Berkecimpung dalam BUMN yang memiliki otoritas dan kapasitas terhadap produksi massal vaksin, Dr. Ana mendeskripsikan dengan detail mengenai Produksi dan Pengembangan Vaksin di Indonesia. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa penyebaran eksponensial COVID-19 akan lebih mudah dikendalikan jika distribusi vaksin untuk imunisasi lebih merata. Masalahnya tentu pada demografi Indonesia yang populasinya sangat besar dan geografi Indonesia yang terpisah lautan. “Persoalan vaksin tidak melulu soal produksi tetapi juga distribusi”, cetusnya. Disinilah Dr. Ana mendorong para mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya jika hendak berkarir dalam dunia industri yang sangat dinamis dan penuh tantangan.

Dipandu oleh moderator Lulu Setiyabudi, M.Si, sesi kedua seminar memberi kesempatan Mas Irfan untuk menyampaikan materi tentang Peluang dan Tantangan dalam Pengembangan Industri Fitofarmaka. Berawal dari viralnya ‘empon-empon’ yang ditengarai dapat menyembuhkan COVID-19, valuasi bisnis fitofarmaka juga tidak kalah menggeliat sepanjang pandemi. Lulusan Institut Teknologi Bandung ini menjelaskan bahwa industri jamu yang tumbuh subur tentu sangat potensial untuk tetapi menemui persoalan ketika berhadapan dengan regulasi. Jamu tidak bisa diklaim begitu saja sebagai ‘obat’ tanpa melalui uji klinis yang ketat untuk meningkatkan statusnya sebagai fitofarmaka.

Seusai acara, Ka.Prodi S1 Farmasi, apt. Mika Tri Kumala Suwandari, M.Si., menyampaikan apresiasi bagi panitia yang sudah bekerja keras demi kelancaran seminar yang diikuti secara daring oleh ratusan peserta. “Terima kasih banyak untuk semua pihak yang telah mensukseskan acara. Kedepan, seminar-seminar belakang pengambilan tema tersebut yang semakin menegaskan peran sentral farmasis dalam mendukung infrastruktur berkelas seperti ini akan menjadi program rutin demi terasahnya softskill mahasiswa”, ungkapnya bahagia.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

© 2016 Program Studi Farmasi | STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. All rights reserved.