Tanggap COVID-19, STIKES AIAIC Produksi Handsanitizer dan Bagikan Masker

Pandemi COVID-19 benar-benar membuat nelangsa seluruh warga negara di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia. Tidak hanya menginfeksi tanpa pandang bulu, virus yang belum ditemukan vaksinnya ini, juga mengguncang perekonomian sehingga memicu kenaikan harga barang terutama masker dan handsanitizer. Kedua barang tersebut memang tengah menjadi primadona karena perannya sebagai tameng COVID-19. Hasilnya, demand yang membludak dan tidak diimbangi dengan supply memadai membuat kenaikan harga signifikan hingga ratusan persen.

Melihat fenomena ini, Tim Dosen Farmasi STIKES AIAIC mengambil langkah taktis dan strategis dengan memproduksi handsanitizer sesuai standar WHO secara mandiri. Di bawah komando, Eks. Ka.Prodi Farmasi yang kini menjadi Pembantu Ketua II, Septiana Indratmoko, M.Sc., Apt., puluhan liter handsanitizer berbahan dasar alkohol dan aloe vera dihasilkan di Laboratorium Farmasi Klinis untuk selanjutnya dibagikan secara gratis kepada masyarakat Cilacap. Tidak berhenti disitu saja, Farmasi STIKES AIAIC juga mempelopori penyemprotan desinfektan pada mesjid-mesjid sekitar kampus untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Uswatun Hasanah dari para dosen seperti menginfeksi relung hati terdalam mahasiswa. Menyadari media penyebaran COVID-19 melalui cairan pernapasan, mahasiswa-mahasiswi secara masif menggalang dana dan mengkonversinya menjadi masker untuk dibagikan kepada warga terdampak. Pembagian masker dititikberatkan untuk warga yang tetap harus tetap bekerja di tengah pandemi demi meminimalkan resiko terpapar COVID-19.

Distribusi langsung handsanitizer dan masker juga diselipi kampanye untuk membiasakan pola hidup sehat, memperkuat imun tubuh dan menjaga jarak aman interaksi. Tak lupa, label sebagai kampus Islami juga memotori Farmasi untuk menyebarkan ‘positive vibes‘, bahwa “Badai Pasti Berlalu”, sebagaimana janji Tuhan sejak 15 abad yang lalu.

Fainna ma’al ‘usri yusra. Inna ma’al ‘usri yusra

Maka sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan. Sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan
(Quran 94 : 5-6)

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2016 Program Studi Farmasi | STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. All rights reserved.