Tunjukkan Eksistensi Diri, Prodi S1 Farmasi Tambah Prestasi

Prodi S1 Farmasi STIKes AIAIC merupakan prodi baru dengan segudang prestasi. Beberapa prestasi telah diraih baik tingkat regional, nasional maupun Internasional yang meliputi bidang akademik dan non akademik. Dalam bidang akademik, baik mahasiswa maupun dosen Prodi S1 Farmasi STIKes AIAIC memperoleh dana hibah penelitian dan pengembangan produk inovatif. Prodi S1 Farmasi STIKes AIAIC dinobatkan sebagai Pemenang Teknologi Tepat Guna tingkat Kabupaten Cilacap pada 2015 dan 2017. Prodi S1 Farmasi STIKes AIAC juga pernah memperoleh Hibah 107 Inovasi Indonesia pada 2015. Pada tahun 2017, prestasi yang diperoleh lebih banyak lagi. Delapan proposal kegiatan mahasiswa mendapat hibah dari Kemenristek Dikti dengan total dana sebesar Rp 82.000.000,- (delapan puluh dua juta rupiah). Empat proposal melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebesar Rp 32.000.000,- (tiga puluh dua juta rupiah) dan sisanya melalui skema Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). Masih di tahun yang sama, tim Prodi S1 Farmasi STIKes AIAIC memperoleh Hibah Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dengan dana hibah yang diterima sebesar RP 212.000.000,- (dua ratus dua belas juta rupiah). Produk yang dikembangkan adalah Nanosquamin dan Orizhone Acnevit-A yang berbasis dari minyak ikan Cucut Botol. Pada 2018, empat proposal kegiatan mahasiswa memperoleh hibah PKM dengan dana sebesar Rp 32.000.000,- (tiga puluh dua juta rupiah). Tim Prodi S1 Farmasi STIKes AIAIC memperoleh Hibah CPPBT lagi sebesar RP 157.000.000,- (seratus lima puluh tujuh juta rupiah) dengan produk yang dikembangkan Nanochitomin sebagai pengawet alami. Selain itu, tiga tim Dosen Prodi S1 Farmasi STIKes AIAIC memperoleh hibah penelitian sebesar Rp 41.000.000,- (empat puluh satu juta rupiah) melalui skema Penelitian Dosen Pemula dari Kemenristek Dikti.

New Picture

Gambar foto Tim PKM STIKES AIAIC bersama pembimbing

Prestasi Prodi S1 Farmasi semakin menunjukkan eksistensinya di tingkat nasional. Terbukti dengan perolehan hibah PKM di tahun ini. Alhamdulillah, 12 dari 13 tim PKM STIKes AIAIC yang memperoleh dana hibah dari Kemenristek Dikti merupakan tim Prodi S1 Farmasi dengan total dana sebesar Rp 78.300.000,- (tujuh puluh delapan juta tiga ratus ribu rupiah). Prestasi ini sempat menjadi sorotan Perguruan Tinggi di Indonesia baik Negeri maupun Swasta karena merupakan salah satu penerima hibah PKM terbanyak di kalangan PTS di Wilayah LLDIKTI VI. Keduabelas tim PKM tersebut terdiri dari enam tim PKM Penelitian Eksakta, lima tim PKM Kewirausahaan, dan satu tim PKM Penerapan Teknologi. Lima dari 12 tim PKM tersebut mengangkat topik nipah, mangroove dan sidat sebagai wujud pemanfaatan sumber daya lokal Cilacap. Salah satu inovasi yang ditawarkan meliputi pemanfaatan ekstrak daun mangroove dalam formulasi stick balm dan pasta gigi herbal. Selain itu, kajian nipah untuk formulasi nanopartikel dan mukus sidat sebagai kandidat penyembuh luka bakar juga menjadi salah satu topik dalam PKM Penelitian Eksakta (Mas eL, 2019).

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

© 2016 Program Studi Farmasi | STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. All rights reserved.